09 Desember, 2008

TEMAN KITA WIWIED

Wiwid dan Ria sebagai pemandu wisata..ha..ha..

05 Desember, 2008

REUNI AMPUTASI 30 NOVEMBER 2008

KALAU YANG INI BUKAN AMPUTASIWAN LHO!!! TAPI ADA YANG MAU NGIKUTI GAK???
REKANS.. BERIKUT KAMI LAMPIRKAN FOTO2 KUMPUL2 DI TAMAN KENCANA 30 NOVEMBER 2008
Mejeng sambil tersenyum ..Kok tangannya pada sedakep ya...Badan sudah Gede apa??
Contoh Daerah Sekitar Kepala Yang mulai Erosi..He..he...
TIGA DIVA (Anti-Nilma-Iyuh)Lha..kok merem sih Nil....
CONTOH PENGUSAHA DAERAH YANG SUKSES....MAS MARGONO..Bareng Mas Beni Widodo
CITA-CITA JADI PROFESOR..LHA KOK TERCAPAI YA....(Botaknya saja)..THOMAS dan YOGI




Wajah-wajah Amputasiwan-Wati terkini...Apakah masih bisa mengenali???

25 November, 2008

Pesan dan Wejangan


Assalamualaikum,

Hi teman2 sejawats,

Mohon maaf lahir et batin dari kami sekeluarga.

Saat ini kita lagi prihatin, karena dunia dirundung resesi ekonomi. Sayangnya Indonesia dari dulu telat melulu, karena dipermainkan oleh pihak2-pihak yg lebih pintar tentunya.
Pola ekonomi kapitalis telah menunjukkan keburukkannya yg cukup parah. Karena memfasilitasi pihak2 yg rakus, membuat rente, transaksi derivatif yg fiktif (menggalang dana orang lain dengan menjual kertas yg katanya berharga: saham, bonds, surat utang dll). Lembaga rating yg seharusnya profesional, kayaknya salah memberikan penilaian (disengaja atau KKN ?) sehingga banyak pihak (Bank2 via fund manager) yg membeli saham atau surat berharga bahkan transaksi derifatif subprime mortgage (gagal bayar) dan ujung2nya tidak lagi punya duit, karena dananya tersedot entah ke mana (kapitalis rakus tentunya). Padahal uang Bank kan uang rakyat (publik) yg akhirnya harus menderita bila bank kesulitan liquiditas.
Saat gelembung akan pecah, pemilik dana itu malah main transaksi future minyak mentah dan komoditas, sehingga harga2 meroket padahal semu dan menyebabkan pelaku pasar sektor riil ikutan kesulitan karen semua biaya produksi jadi mahal.

Belum lagi pasar uang. Uang diperjualbelikan sak penake dewe. Yang untung yg punya banyak duit bisa jual beli mata uang walau deg-degan. Nah kita2 kebagian getahnya, harga2 jadi pada mahal, terutama yg dibeli pake dollar (komponen mobil, elektronik, bahan obat2an, bahan baku pakan, yg mau beli Real Saudi dll).

Sekarang saat yg tepat untuk sistem syariah menjadi solusi yang terbaik diantara sistem yg sudah ada (komunis/sosialis sudah keok, kapitalis lagi amburadul). Karena sistem ini mengutamakan bagi hasil dan saling menjaga atau menanggung (susah senang sama-sama ridho). Hasilnya sering kali atau selalu lebih baiklah.

Salam,
AHP

02 Oktober, 2008

Kenangan Lama

“Rajin kuliah tidak berarti rajin mencatat”


Masih ingat masa kuliah,aktif pinjam catatan menjelang ujian? Aku teringat kejadian lucu dengan catatan bakteriologi. Waktu itu asisten pak Has/ibu Bib, mas Indra (angkatan17) , meminjam catatan kuliah aku dan Wiwid. Katanya untuk buat bahan ujian, dia mau lihat bahan kuliah yang diajarkan di kelas. Ceritanya mas Indra ambil sample catatan beberapa mahasiswa (mungkin yang dia lihat rajin kuliah). Nah,konyolnya,aku dan Wiwid punya catatan yang sama (sama-sama fotocopy). Wiwid bilang kalau catatannya dipinjam mas Indra,lho aku juga diminta, “Ketahuan dong…fotocopy-an…”

Sementara itu kita berdua dapat informasi mas Indra juga pinjam catatan Hani yang terkenal rapi.

Komplit deh malunya,karena catatanku dan Wiwid sebenarnya sama-sama fotocopy punya Hani. Dan itu membuat kita berdua merasa kasihan dengan mas Indra,percuma pinjem catatan Ria dan Wiwid....nggak bisa jadi sample...

Jadi ternyata rajin datang kuliah nggak berarti rajin mencatat dan dengerin kuliah ...

Buat teman-teman yang dulu rajin meminjamkan catatan kuliahnya yang rapi dan lengkap,terima kasih ya...


By Ria - http://kumoncandraloka.blogspot.com

27 September, 2008

Ria dan anak-anak



Teman-teman,
Ini aku sekarang dengan 2 anakku. Pertama yang gedhe Dito,mungkin beberapa temen masih ingat waktu kecil aku bawa2 kalau tunggu ujian koas. Sekarang udah kuliah di Satra Jepang UI.Yang kecil Tyas,masih 10 tahun,hampir 11 ding...kelas 6 SD. Tyas aktif berenang,sejak TK B, lumayan jago apalagi kalau dibandingkan Ibunya. Foto ini waktu Tyas dapat piala Kumon tahun lalu (Ibunya nggak pernah dapet piala...hik..hik..hik..)
Kami bertiga,Happy Family...

10 September, 2008

Kampus Taman Kencana







Apakah anda masih ingat lagu " Kampus Taman Kencana " yang pernah menjadi lagu para civitas FKH-IPB? Lagu yang setiap acara-acara Losac, ospek, pengambilan sumpah dokter hewan serta pulang kandang selalu dikumandangkan?
Ya..lagu ini dipopulerkan oleh Klinik Musik FKH-IPB (seingat saya dulu dimotori oleh Bang Kemal; mas Imung; mas Heru dll). Mau tahu syairnya? Ini dia.


“KAMPUS TAMAN KENCANA”
Pengarang : Klinik Musik

Kampus Taman Kencana
kini tambah penghuninya
harapan segenap civa
di Pe 2 eF eF Ka Ha

Disetip dan dibentak
raka raka memang galak
tapi mungkin nanti jadi pasangan serasi
teman bercanda, kawan bercengkrama,
diruang senat dan cafetaria
diruang klinik, anatomi, biokimia dan farmakologi
inseminasi di lab reproduksi
lihat sapi yang lagi birahi…


Ada juga puisi ALMAMATER karangan drh. Taufiq Ismail


Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus …
(Let us rejoice therefore, While we are young.)

Didepan gerbangmu tua pada hari ini
Kami menjilangkan tangan kedada kiri
Tegak dan tengadah menatap bangunanmu
Genteng hitam, dinding kusam berlumut waktu
Untuk terakhir kali

Marilah kita kenangkan tahun-tahun dulu
Hari-hari kuliah diruang fisika
Mengantuk pada pagi cericit burung gereja
Praktikum. Padang percobaan. Praktek daerah
Corong anastesi dan kilau skalpel dikamar bedah
Suara-suara menjalar sepanjang gang
Suara pasien yang pertama kali kujamah

Diaula ini, aula yang semakin kecil
Kita beragitasi, berpesta dan berkencan
Melupakan sengitnya ujian, tekanan guru besar
Melepaskannya pada hari-hari perpeloncoan
Pada film dan musik yang murahan

Ya, kita sesekali butuh juga konser yang baik
Drama Sophocles, Tjekov, atau Jas Panjang Pesanan
Memperdebatkan Tuhan, politik dan para negarawan
tentang perempuan, filsafat serta peperangan
Bayang semua abad dahulu lewat abad yang kini

Dimanakah kau sekarang berdiri? Diabad ini
Dan bersyukurlah karena lewat gerbangmu tua
Kita telah dilantik jadi warga Republik Berpikir Bebas
Sesudah bertahun diuji kesetiaan dan keberanianmu
Dalam berpikir dan menyatakan kebebasan suara hati

Berpijak ditanah air nusantara
Dan menggarap tahun-tahun kemerdekaan
Dengan penuh kecintaan

Dan kami bersyukur pada Tuhan
Yang telah melebarkan gerbang tua ini
Dan kami bersyukur pada ibu bapa. Yang sepanjang malam
Selalu berdoa tulus dan terbungkuk membiayai kami
Dorongan kekasih sepenuh hati
Dan kami berhutang pada manusia
Yang telah merintiskan sejarah dan ilmu
Yang telah menjadi guru-guru kami
Yang membayar pajak selama ini

Pada hari ini didepan gerbangmu tua
Kami telah kenangkan cemara halamanmu dalam bau formalin

Mikroskop. Kamar obat. Perpustakaan
Gulungan lajar dikampung nelayan, janji pohon-pohon perkebunan

Angin hijau dipadang-padang peternakan
Deru kemarau dipadang-padang penggembalaan
Dalam mimpi teknologi, kami kini dipanggil
Untuk menggarap tahun-tahun kemerdekaan
Dan mencintai manusianya
Mencintai kebebasannya

Bogor, 1963


Juga tak ketinggalan Hymne IPB yang liriknya seperti ini:

Hymne IPB

Ciptaan : H. Syafei Atmodiwiryo, 1963


Institut Pertanian
Pengabdi Nusa Bangsa
Menempa Tunas Muda
Cendekia Pencipta Jaya

Bergema Swara Cita
amalkan ilmu tuk Nusa
dengan semangat bergelora
Jayalah IPB kita

Tugas bakti civitasnya
laksanakan selalu
Tridharma nan mulia
IPB terus maju

Institut Pertanian
pengemban cita suci
Institut Pertanian Bogor
almamater kami