25 November, 2008

Pesan dan Wejangan


Assalamualaikum,

Hi teman2 sejawats,

Mohon maaf lahir et batin dari kami sekeluarga.

Saat ini kita lagi prihatin, karena dunia dirundung resesi ekonomi. Sayangnya Indonesia dari dulu telat melulu, karena dipermainkan oleh pihak2-pihak yg lebih pintar tentunya.
Pola ekonomi kapitalis telah menunjukkan keburukkannya yg cukup parah. Karena memfasilitasi pihak2 yg rakus, membuat rente, transaksi derivatif yg fiktif (menggalang dana orang lain dengan menjual kertas yg katanya berharga: saham, bonds, surat utang dll). Lembaga rating yg seharusnya profesional, kayaknya salah memberikan penilaian (disengaja atau KKN ?) sehingga banyak pihak (Bank2 via fund manager) yg membeli saham atau surat berharga bahkan transaksi derifatif subprime mortgage (gagal bayar) dan ujung2nya tidak lagi punya duit, karena dananya tersedot entah ke mana (kapitalis rakus tentunya). Padahal uang Bank kan uang rakyat (publik) yg akhirnya harus menderita bila bank kesulitan liquiditas.
Saat gelembung akan pecah, pemilik dana itu malah main transaksi future minyak mentah dan komoditas, sehingga harga2 meroket padahal semu dan menyebabkan pelaku pasar sektor riil ikutan kesulitan karen semua biaya produksi jadi mahal.

Belum lagi pasar uang. Uang diperjualbelikan sak penake dewe. Yang untung yg punya banyak duit bisa jual beli mata uang walau deg-degan. Nah kita2 kebagian getahnya, harga2 jadi pada mahal, terutama yg dibeli pake dollar (komponen mobil, elektronik, bahan obat2an, bahan baku pakan, yg mau beli Real Saudi dll).

Sekarang saat yg tepat untuk sistem syariah menjadi solusi yang terbaik diantara sistem yg sudah ada (komunis/sosialis sudah keok, kapitalis lagi amburadul). Karena sistem ini mengutamakan bagi hasil dan saling menjaga atau menanggung (susah senang sama-sama ridho). Hasilnya sering kali atau selalu lebih baiklah.

Salam,
AHP

1 komentar:

AMPUTASI FKH-IPB mengatakan...

Congratulation, Beautiful family!

Tentang alinea terakhir, menurutku easier said then done. Dalam skala kecil mungkin bisa. Secara globaL??? We have to think through again.
Coba lakukan praktis ini di immediate family (mother, father, sisters, brothers, children and grand children, aunts uncles). Karena bonding yang kuat, mungkin system ini bisa berhasil. Bayangkan dalam skala yang lebih besar. Ini akan membuat orang berfikir kenapa harus bekerja keras, kalaupun nggak contribute apa-apa masih dapat jatah shares dari hasil keringat orang (seperti socialism. I never say most people think this way but (sadly) there are people out there happily practicing their parasite attitude.
Menurutku: setiap system selalu ada flow. Capitalism, socialism dan syariat. In the end it's depend on the people. Face it, in real live, we are only human, manusia yang selau ada serakah, nggak pernah puas dengan yang kita dapati. Dan jealousy, kita selalu bikin perbandingan dengan orang sekitar (human nature, seperti juga primates,can't help it).
We are not living in the perfect world, nor we are perfect people. There is good and bad in everyone, everywhere and every system.
My personal opinion, whatever system we are on we should try our best, work harder, be sincere, respect each other, share what we have kalau kita punya kelebihan, share loves and keep peace. Dan jangan berfikir kita lebih baik/pintar/suci dari orang sekitar. Just because kita nggak setuju dengan pendapat orang,atau punya principle berlainan dengan orang lain, kita condemn itu orang, dan bikin keputusan orang tsb nggak punya hak untuk hidup on this planet. Live's to short. We can make it miserable or make it beautiful, or at least decent, it's really up to us.
Enong