
Assalamualaikum,
Hi teman2 sejawats,
Mohon maaf lahir et batin dari kami sekeluarga.
Saat ini kita lagi prihatin, karena dunia dirundung resesi ekonomi. Sayangnya Indonesia dari dulu telat melulu, karena dipermainkan oleh pihak2-pihak yg lebih pintar tentunya.
Pola ekonomi kapitalis telah menunjukkan keburukkannya yg cukup parah. Karena memfasilitasi pihak2 yg rakus, membuat rente, transaksi derivatif yg fiktif (menggalang dana orang lain dengan menjual kertas yg katanya berharga: saham, bonds, surat utang dll). Lembaga rating yg seharusnya profesional, kayaknya salah memberikan penilaian (disengaja atau KKN ?) sehingga banyak pihak (Bank2 via fund manager) yg membeli saham atau surat berharga bahkan transaksi derifatif subprime mortgage (gagal bayar) dan ujung2nya tidak lagi punya duit, karena dananya tersedot entah ke mana (kapitalis rakus tentunya). Padahal uang Bank kan uang rakyat (publik) yg akhirnya harus menderita bila bank kesulitan liquiditas.
Saat gelembung akan pecah, pemilik dana itu malah main transaksi future minyak mentah dan komoditas, sehingga harga2 meroket padahal semu dan menyebabkan pelaku pasar sektor riil ikutan kesulitan karen semua biaya produksi jadi mahal.
Belum lagi pasar uang. Uang diperjualbelikan sak penake dewe. Yang untung yg punya banyak duit bisa jual beli mata uang walau deg-degan. Nah kita2 kebagian getahnya, harga2 jadi pada mahal, terutama yg dibeli pake dollar (komponen mobil, elektronik, bahan obat2an, bahan baku pakan, yg mau beli Real Saudi dll).
Sekarang saat yg tepat untuk sistem syariah menjadi solusi yang terbaik diantara sistem yg sudah ada (komunis/sosialis sudah keok, kapitalis lagi amburadul). Karena sistem ini mengutamakan bagi hasil dan saling menjaga atau menanggung (susah senang sama-sama ridho). Hasilnya sering kali atau selalu lebih baiklah.
Salam,
AHP